Obat Herbal Kanker Tiroid Stadium 4 Tanpa Operasi

Obat Herbal Kanker Tiroid Stadium 4 Tanpa Operasi

 

Siapa yang tidak kenal dengan penyakit kanker? Siapa yang tidak takut mendengar kata penyakit kanker? Kanker merupakan salah satu penyakit yang sangat mematikan yang dapat menyerang siapa aja. Salah satunya adalah kanker tiroid. Tahukah Anda penyebab dari kanker tiroid? Jika belum maka simak artikel dibawah ini.

 

Pengertian Kanker Tiroid

Tiroid adalah sepasang kelenjar yang terletak di belakang jakun atau kartilago tiroid, atau di sisi tenggorokan. Tiroid berperan penting dalam produksi dan pengaturan hormon, serta pengaturan fungsi metabolisme. Selain itu, kelenjar ini mengeluarkan tiga hormon; T3 (triiodothyronine) dan T4 (tiroksin), yang mengendalikan metabolisme, serta kalsitonin yang mengatur kadar kalsium dalam darah.

Kanker Tiroid adalah kanker yang terjadi karena sel – sel pada kelenjar tiroid mangalami mutasi menjadi sel kanker. Kelenjar Tiroid itu sendiri adalah kelenjar yang berada pada leher berbentuk seperti kupu – kupu yang berfungsi memproduksi hormon yang dapat mengatur metabolisme tubuh.

Meskipun lebih dari 60.000 kasus terdiagnosis setiap tahunnya di Amerika Serikat, kanker tiroid masih tergolong langka. Belum diketahui terapi yang dapat menyembuhkan penyakit ini, namun deteksi dini sudah umum dilakukan dan angka bertahan hidup sangat tinggi.

Jenis Kanker Tiroid 

  • Kanker tiroid papiler adalah jenis kanker tiroid yang aplaing baik. Pertumbuhannya lambat seklai. Jika dibedah, kemungkinan sembuh sangat besar. Pemberian yodium radioaktif untuk menghancurkan sisa sel kanker juga memberi hasil yang cukup menggembirakan. Kanker tiroid tipe papiler ini paling banyak dijumpai, lebih dari tiga perempat. Kanker tipe ini lebih banyak terjadi pada wanita muda.
  • Jenis kanker tiroid folikuler, kanker ini berasal drai sel-sel folikel dan merupakan 20-25% dari kanker tiroid. Ia terutama menyerang yang berusia diatas 40 tahun. Ia juga menyerang wanita 2 sampai 3 kali lebih sering daripada pria. Pemaparan terhadap sinar x pada masa kanak-kanak meningkatkan resiko jenis keganasan ini. Jenis ini lebih invasive daripada jenis papiler.
  • Kanker tiroid anaplastik, kanker ini sangat ganas dan merupakan 10% dari kanker tiroid. Sedikit lebih sering pada wanita daripada pria. Metastatis terjadi cepat, mula-mula ke sekitarnya dan kemudian ke seluruh bagian tubuh. Pada mulanya orang yang bersnagkutan hanya mengeluh tentang adanya tumor di daerah tiroid. Dengan menyusupnya kanker ini ke sekitar, timbul suara serak, dan sukar menelan. Harapan hidup setelah ditegakkan diagnosis, biasanya hanya beberapa bulan.
  • Kanker parafolikular, kanker ini adalah yang paling unik diantara kanker tiroid, umumnya lebih banyak pada wanita daripada pria dan paling sering diatas 50 tahun dan dengan cepat bermetastatis, sering ke tempat jauh seperti paru, tulang dan hati.
  • Ciri khasnya adalah kemampuannya mensekresi kalsitonin karena asalnya. Kanker ini sering dikatakan herediter.

Penyebab Kanker Tiroid

Penyebab sebenarnya kanker tiroid masih belum diketahui. Namun, faktor resiko telah ditemukan dan mencakup sebagai berikut:

  • Umur: Kebanyakan dari mereka yang terdiagnosis dengan kanker tiroid tidak berumur lebih dari 55 tahun. Bahkan, sekitar 2% pasien adalah remaja dan anak-anak.
  • Jenis Kelamin: Kanker tiroid mengenai lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Rata-rata, setidaknya 47.000 wanita terkena dibandingkan dengan kurang dari 20.000 laki-laki. Kejadian ini juga lambat terjadi pada pria, yang sering terdiagnosis ketika mereka sudah berumur sekitar 60 hingga 70 tahun.
  • Pola makan: Kanker tiroid lebih sering terjadi di negara-negara dengan makanan yang sangat kekurangan yodium, yaitu mineral yang membantu fungsi tiroid secara tepat dengan penggunaan kalori yang benar. Sel folikel memerlukan yodium, yang diperoleh dari aliran darah.
  • Genetika dan riwayat keluarga: Karsinoma tiroid meduler familial terjadi ketika penyebab karsinoma tiroid meduler tersebut adalah kerusakan pada gen. Mereka yang terdiagnosis dengan familial adenomatosa poliposis (FAP – polip ganda pada dinding usus besar dan rektum/saluran pembuangan) memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker usus besar dan kanker tiroid.
  • Penyakit lain: sindrom Cowden adalah penyakit langka yang disebabkan oleh cacat gen PTEN. Kondisi ini ditandai dengan hamartoma (pertumbuhan jinak) dalam jumlah banyak. Sementara itu, akromegali terjadi ketika terdapat hormon pertumbuhan yang berlebihan pada tubuh.
  • Paparan radiasi: Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dewasa yang terkena radiasi ketika mereka masih muda memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker tiroid di kemudian hari. Tingkat, keparahan, dan lama kontak, bagaimanapun juga akan mempengaruhi kemungkinan resiko ini.

Gejala Timbulnya Kanker Tiroid pada tubuh

Gejala timbulnya kanker tiroid pada tubuh seseorang bisa dideteksi sejak dini. Gejala-gejala kanker tiroid dapat berbeda tergantung jenisnya, gejala yang mungkin muncul seperti yang dilansir dari Third Age berikut ini, antara lain:

  1. Sulit berbicara.
  2. Benjolan di leher depan.
  3. Tepat dibawah jakun, jika ada benjolan di sana, Anda sebaiknya siaga. Sebab terkadang benjolan yang merupakan gejala awal timbulnya kanker tiroid bisa tumbuh perlahan atau cepat sekali.
  4. Jika penyakit bergerak ke jaringan di sekitarnya, seperti pita suara biasanya penderita akan mengalami kesulitan bicara dan suaranya berubah serak.
  5. Penderita penyakit kanker tiroid juga merasakan pembesaran pada kelenjar getah bening yang ada dileher. Dengan sentuhan lembut, pembesaran tersebut bisa dirasakan.
  6. Selain sulit berbicara, benjolan di tiroid juga menekan kerongkongan, sehingga penderita merasa kesulitan saat menelan makanan.
  7. Dalam beberapa kasus, benjolan bahkan bisa menyempitkan tenggorokan, sehingga pasien kanker tiroid juga kesulitan dalam bernafas.
  8. Karena adanya benjolan dan tekanan terhadap saraf di sekitar leher, bagian tersebut terkadang terasa nyeri. Bahkan nyeri tersebut bisa menyebar sampai ke telinga.

Mencegah Kanker Tiroid

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dari penyebab kanker tiroid sebagai berikut:

  • Mencegah asupan zat kimia berbahaya

Hindari asupan zat-zat kimia seperti dalam pengawet makanan, pewarna makanan, tidak bisa Anda menghindarinya setidaknya Anda bisa mampu menguranginya.

  • Mendapatkan kecukupan garam

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar iodine dapat mempengaruhi timbulnya kanker tiroid. Kadar iodine rendah dapat meningkat resiko kanker tiroid. Garam mungkin sumber terbesar iodine dalam diet. Jadi, cobalah untuk mencukupi kebutuhan garam perharinya.

  • Konsumsi anti oksidan

Kanker tiroid dapat diturunkan denga makanan yang banyak mengandung anti oksidan contoh makanan yang akaya antioksidan adalah brokoli, wortel dan jeruk. Menambahkan lebih banyak buah dan sayuran ke dlaam diet juga dapat mengendalikan berat badan. Kemungkinan terdapat hubungan antara obsesitas dan kanker tiroid.

  • Deteksi dini untuk mencegah kanker

Anda juga bisa melakukan deteksi dini. Anda bisa memeriksa leher setiap tahun untuk benjolan yang mencurigakan. Deteksi dan pengobatan dini mampu mencegah kanker hingga 95% kasus kanker tiroid.

  • Menjalankan pola hidup sehat

Menjalankan pola hidup sehat jelas akan membuat kita sehat. Tidak hanya terbebas dari berbagai penyakit lainnya, tetapi juga terbebas dari penyakit kanker.

Faktor Apa Saja yang Meningkatkan Resiko Penderita Kanker Tiroid?

Penyebab pasti dari kanker tiroid pada sebagian besar kasus yang terjadi masih belum diketahui, tapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker tiroid, yaitu:

  • Mengalami gangguan pada tiroid.

    Bagi orang yang pernah mengalami penyakit tiroid jinak, seperti inflamasi kelenjar tiroid atau penyakit gondok, lebih berisiko menderita kanker tiroid. Sebanyak 20 persen kasus kanker tiroid muncul pada orang yang mengalami kondisi ini. Tapi penderita hipotiroidisme dan hipertiroidisme tidak meningkatkan risiko menderita kanker tiroid.

  • Riwayat kesehatan keluarga.

    Mutasi genetik yang diturunkan menjadi penyebab dari beberapa kasus karsinoma tiroid menduler. Risiko untuk menderita kanker tiroid meningkat bila seseorang memiliki kerabat yang pernah menderita kanker tiroid. Pastikan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui apakah terdapat mutasi genetik bagi Anda yang memiliki kerabat dengan kondisi tersebut.

  • Pernah menderita gangguan payudara jinak.
  • Penderita gangguan payudara yang tidak bersifat kanker, seperti kista payudara, lebih berisiko mengembangkan kanker tiroid daripada wanita yang belum pernah mengalami kondisi ini.
  • Tinggi dan berat badan.

    Orang yang memiliki berat badan berlebih dan juga orang dewasa dengan badan lebih tinggi dari rata-rata, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker tiroid.

  • Pajanan terhadap radiasi.

    Radiasi dari nuklir atau radiasi dari pengobatan medis dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker tiroid.

  • Gangguan pencernaan.

    Jika Anda mengalami gangguan pencernaan yang bernama familial adenomatous polyposis (FAP), maka Anda lebih berisiko mengalami kanker tiroid. FAP merupakan penyakit turunan dan biasanya disebabkan karena mewarisi gen yang cacat.

  • Makanan.

    Orang yang terlalu banyak mengonsumsi mentega, keju, dan daging lebih berisiko mengalami kanker tiroid. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar untuk menurunkan risiko Anda. Orang dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) yang tinggi atau jika makanan yang Anda konsumsi mengandung iodium rendah juga meningkatkan risiko mengalami kanker tiroid. Orang yang mengalami radiasi dan yang pernah mengalami gangguan tiroid akan memiliki kadar iodium dalam tubuh yang rendah.

  • Jenis kelamin.

    Wanita lebih berisiko 2-3 kali lipat untuk menderita kanker tiroid dibandingkan pria. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan hormon yang dilepaskan pada saat wanita mengalami menstruasi bulanan atau ketika sedang hamil, tapi belum ada cukup bukti untuk memastikan teori ini.

  • Akromegali .

    Ini adalah kondisi yang langka yang mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan, akibatnya orang yang mengalami  kondisi ini lebih berisiko terkena kanker tiroid.

Penting untuk diingat bahwa orang yang memiliki satu atau beberapa faktor resiko di atas belum tentu akan menderita kanker tiroid di masa mendatang. Beberapa orang yang menderita kanker tiroid juga tidak mengalami faktor resiko di atas.

Mendiagnosis Kanker Tiroid

Untuk menentukan diagnosis terhadap kanker tiroid, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sebagai tahap awal pemeriksaan. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga, serta gejala-gejala yang Anda alami, seperti suara serak yang tidak kunjung menghilang. Tes yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker tiroid adalah:

  • Tes fungsi tiroid. Ini adalah jenis tes darah yang berfungsi untuk memeriksa apakah pembengkakan yang terjadi pada leher Anda disebabkan oleh kondisi lain. Tes ini juga berfungsi mengukur hormon tertentu di dalam darah Anda. Tes ini bisa mengetahui jika terjadi masalah kesehatan, seperti kondisi hipertiroidisme atau kondisi hipotiroidisme.
  • Sitologi aspirasi jarum halus. Ini adalah prosedur lanjutan untuk mendiagnosis kanker tiroid. Anda tidak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit untuk menjalani tes ini. Sebuah jarum yang sangat kecil dimasukkan ke benjolan pada leher untuk mengambil sampel yang kemudian diteliti dengan mikroskop. Tes ini bisa menentukan apakah terdapat sel bersifat kanker dan jenis dari kanker tiroid, jika memang ada.
  • Tes pencitraan. Anda mungkin perlu melakukan tes pencitraan, seperti CT scan, ultrasound, atau PET (positron emission tomography) untuk membantu dokter memastikan apakah kanker yang muncul sudah menyebar ke luar dari kelenjar tiroid.
  • Tes penyakit turunan. Dokter mungkin perlu melakukan tes genetik untuk mencari gen yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kanker tiroid medular.

Apa Saja Komplikasi Akibat Kanker Tiroid?

Kanker tiroid yang sudah diobati bisa muncul kembali, meski kelenjar tiroid Anda sudah diangkat melalui prosedur operasi. Hal ini terjadi diduga karena sel-sel kanker yang ada sudah menyebar hingga ke luar kelenjar tiroid. Kemunculan kembali kanker tiorid biasanya terjadi dalam kurun waktu lima tahun setelah operasi, tapi bisa juga muncul puluhan tahun setelah penanganan awal kondisi Anda.

Kemunculan ini bisa terjadi pada bagian kelenjar getah bening pada leher, jaringan kelenjar tiroid yang masih tertinggal pada saat operasi, atau pada bagian tubuh lainnya. Kondisi ini bisa ditangani dan biasanya dokter akan menyarankan Anda melakukan tes fungsi tiroid secara berkelanjutan untuk memeriksa kemunculan kembali kanker tiroid, seperti:

  • Tes tiroglobulin. Tes tiroglobulin adalah tes darah khusus untuk mengamati munculnya kembali sel-sel kanker. Tiroglobulin adalah protein yang dilepaskan oleh kelenjar tiroid yang sehat, tapi protein ini juga bisa dilepaskan oleh sel-sel kanker. Jika kelenjar tiroid sudah diangkat, seharusnya tidak ada lagi tiroglobulin dalam darah terkecuali sel-sel kanker kembali muncul. Tes ini cukup efektif untuk memeriksa apakah ada kemunculan kembali sel-sel kanker. Tes ini biasanya dilakukan tiap enam bulan sekali.
  • Ultrasound. Tes pencitraan bisa memperlihatkan jika terjadi kemunculan kembali kanker di dalam leher Anda.
  • Radioaktif Iodium. Tes ini akan memperlihatkan sel-sel tiroid yang bersifat kanker di dalam tubuh . Anda akan diminta untuk menelan sedikit radioaktif iodium sebelum melakukan tes pencitraan. Bagi Anda yang sedang hamil atau menyusui, beri tahu kondisi Anda pada dokter sebelum melakukan tes ini. Tes ini biasanya dilakukan 6-8 bulan pascaoperasi.

Kepada Siapa Berobat dan Jenis Terapi yang Tersedia

Pasien yang terdiagnosis dengan kanker tiroid akan dirujuk ke ahli onkologi (kanker). Deteksi dini kanker tiroid berarti prognosis yang sangat baik. Seringkali, pasien dengan kanker yang telah dipastikan seperti papiler, meduler, dan kanker folikuler memiliki hampir 100% kesempatan untuk bertahan hidup jika mereka terdiagnosis pada stadium 1.

Pengobatan yang tersedia adalah sebagai berikut:

  • Bedah – adalah bentuk utama pengobatan kecuali kanker itu merupakan jenis kanker tiroid anaplastik. Bedah menghilangkan tumor kecil yang belum menyebar ke seluruh kelenjar tiroid (lobektomi), atau yang telah menyebar ke seluruh kelenjar tiroid (tiroidektomi), dan kelenjar getah bening.
  • Terapi yodium radioaktif – merupakan penanaman yodium radioaktif dalam kapsul atau bentuk cairan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa yang belum hilang selama pembedahan.
  • Terapi hormon tiroid – diperlukan jika seluruh kelenjar tiroid telah dibuang. Ini adalah pengobatan jangka panjang dan obat-obatan harus diminum setiap hari.

Obat Herbal Kanker Tiroid Stadium 4 Tanpa Operasi

Pengobatan Medis Pada Kanker Tiroid

Pengobatan yang dilakukan pada kanker tiroid sangat bergantung kepada jenis dan stadium dari kanker yang Anda derita. Tim dokter dari berbagai spesialisasi mungkin perlu memeriksa Anda untuk menentukan jenis pengobatan yang terbaik dan paling sesuai dengan kondisi Anda saat itu.

Beberapa jenis kanker, seperti karsinoma papiler, karsinoma folikuler, dan sebagian karsinoma tiroid meduler, memiliki peluang yang lebih baik untuk sembuh. Kanker tiroid jenis ini ditangani dengan cara operasi pengangkatan kelenjar tiroid, dan mungkin digabungkan dengan radioterapi.

Berikut ini adalah beberapa langkah pengobatan untuk menangani kanker tiroid :

  • Tiroidektomi .

    Ini adalah prosedur pengangkatan kelenjar tiroid, baik sebagian (hemitiroidektomi) atau keseluruhannya (tiroidektomi total). Prosedur ini bergantung pada jenis dan ukuran kanker tiroid, serta apakah sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Anda akan disarankan untuk beristirahat selama 2-3 minggu setelah operasi. Ini dimaksudkan untuk menghindari aktivitas yang memberikan beban pada bagian leher Anda.

  • Terapi pengganti hormon.

    Anda tidak akan bisa menghasilkan hormon yang mengatur sistem metabolisme tubuh setelah prosedur tiroidektomi. Oleh karena itu Anda akan memerlukan tablet pengganti hormon seumur hidup Anda. Mungkin Anda perlu melakukan tes darah secara teratur untuk penyesuaian dosis dan memantau kadar hormon apakah sudah tepat untuk tubuh Anda.

  • Pengaturan kadar kalsium.

    Pascaoperasi pengangkatan kelenjar tiroid, pada beberapa kasus, kelenjar paratiroid bisa terpengaruh. Kelenjar paratiroid berfungsi mengatur kadar kalsium dalam darah dan terletak di dekat kelenjar tiroid.

  • Perawatan iodium radioaktif.

    Pengobatan ini berfungsi menghancurkan sel-sel kanker yang masih ada dan mencegah munculnya kembali kanker setelah Anda menjalani operasi. Pengobatan ini tidak bisa digabungkan dengan terapi pengganti hormon karena efektivitasnya akan terganggu. Demikian pula, orang yang menjalani prosedur ini juga harus mengurangi konsumsi iodium dalam makanannya karena bisa menurunkan efektivitas pengobatan dengan cara ini. Disarankan untuk menghindari segala macam hidangan laut, kurangi konsumsi produk olahan dari susu, dan tidak mengonsumsi obat batuk, serta garam laut.

    Perbanyak konsumsi daging, buah, sayuran, dan nasi yang memiliki kandungan iodium rendah. Wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak disarankan menjalani prosedur pengobatan ini karena bisa berpengaruh pada kondisi janin dan bayi. Anda juga disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang bagus untuk menghindari kehamilan, setidaknya enam bulan setelah perawatan ini. Prosedur ini tidak berpengaruh pada kesuburan wanita, tapi bisa sedikit memengaruhi tingkat kesuburan pada pria. Efek samping yang mungkin terjadi akibat prosedur ini adalah mual, mulut kering, mata kering, serta indera perasa dan penciuman yang berubah.

  • Radioterapi eksternal.

    Prosedur yang mana gelombang radioaktif diarahkan pada bagian tubuh yang terpengaruh. Pengobatan ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker tahap lanjutan atau karsinoma tiroid anaplastik. Jangka waktu radioterapi sendiri bergantung kepada jenis kanker dan perkembangannya. Efek samping yang biasa terjadi adalah mual, muntah, kelelahan, mulut kering, dan sakit saat menelan.

  • Kemoterapi.

    Prosedur ini biasanya hanya digunakan untuk mengatasi karsinoma tiroid anaplastik yang sudah menyebar hingga ke bagian tubuh yang lain. Anda akan mengonsumsi obat yang sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan ini jarang sekali bisa menyembuhkan kanker anaplastik, tapi bisa memperlambat perkembangan dan membantu meredakan gejala yang muncul akibat kanker tiroid.
    Beberapa kemungkinan efek samping yang bisa terjadi adalah mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, tukak mulut, dan kehilangan selera makan. Ketika Anda menjalani kemoterapi, Anda juga akan rentan mengalami infeksi.

Tindakan medis yang dilakukan untuk menyembuhkan kanker tiroid adalah pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. Tindakan medis ini bukan tanpa resiko. Fakta yang ada, banyak pasien kanker tiroid beralih ke jenis pengobatan lain yaitu pengobatan alternatif alami. Terapi kanker tiroid secara alami adalah menjadi salah satu pilihan terbaik.

K-Muricata Obat Herbal Kanker Tiroid Alamiah yang Aman Tanpa Efek Samping

K-Muricata terdapat komposisi daun sirsak dan keladi tikus yang mempunyai khasiat mampu menghambat dan membunuh sel yang bersifat abnormal seperti sel kanker dan sel jahat lainnya secara selektif. Bekerja hanya membunuh sel abnormal yang merugikan tubuh, tanpa mengganggu sel-sel sehat yang normal. Bahkan daun sirsak secara selektif hanya membasmi sel kanker/sel jahatnya saja tanpa merusak atau mengganggu sel sehat. Sehingga ekstrak daun sirsak ini sangat bermanfaat sekali dalam membantu proses pengobatan kelenjar tiroid yang cepat bersama ekstrak kulit manggis. Bahkan daya kerja senyawa acetogenins didalam daun sirsak 10.000 kali lebih kuat dan lebih hebat dalam hal menghambat serta membasmi pertumbuhan sel kanker jika di bandingkan dengan kemoterapi.

Terapi kedua yakni

Amazon Plus

Amazon Plus merupakan minuman jus alamiah yang banyak manfaatnya dan berkomposisikan bauh-buahan dari Hutan Amazon. Yakni berkomposisikan buah Acai Berry, Delima Merah, Zaitun Hydroxytyrosol, Blueberry ,Tomat, dan xanthone (kulit manggis). Menurut hasil penelitian tentang kulit manggis yang telah di lakukan oleh para ahli, bahwa pada kulit manggis yang merupakan salah satu bahan utama Obat Herbal Kanker Tiroid dan terdapat 50 senyawa xanthone yang merupakan bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antitumor, antialergi, antiinflamasi dan antihistamin.

Antioksidan yang terdapat pada Xanthone lebih tinggi dibandingkan dengan Vitamin C dan E. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah terjadinya reaksi  terhadap oksidasi radikal bebas. Selanjutnya, antioksidan akan bereaksi dengan radikal bebas sehingga dapat mengurangi kemampuan radikal bebas untuk menimbulkan kerusakan. Manfaat kulit manggis untuk Obat Herbal Kanker Tiroid karena adanya zat antiproliferasi untuk membunuh sel-sel kanker yang telah menjalar pada kelenjar tiroid. Manfaat kulit manggis untuk mengatasi penyakit kelenjar tiroid dengan khasiat antiproliferasi ini memungkinkan tubuh membuat perlawanan alami. Selain itu, manfaat kulit manggis untuk penyakit ini juga dapat membantu sistem kekebalan tubuh secara alami untuk melawan berbagai macam penyakit, menurunkan demam, serta membantu menurunkan tekanan darah. Sehingga Kulit Manggis memang sangat cocok untuk dijadikan sebagai Obat Herbal Kanker Tiroid.

 

Obat Herbal Kanker Tiroid Stadium 4 Tanpa Operasi

Incoming search terms:

You may also like...

%d bloggers like this: